Tanda-Tanda Hari Simpulan Zaman Menurut Hadits Shahih

tanda Hari Kiamat Berdasarkan Hadits Shahih Tanda-tanda Hari Kiamat Berdasarkan Hadits Shahih

 – Sebagai umat muslim atau orang yang beragama Islam, mengimani (mempercayai atau menyakini) akan terjadinya hari kiamat (hari akhir) merupakan suatu kewajiban dan merupakan salah satu bentuk doktrin kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai mana kita ketahui bahwa hari kiamat merupakan kondisi di mana bumi dan seluruh alam semesta beserta isinya ini mengalami kehancuran, dan yang tidak akan hancur dan akan tetap kekal infinit hanyalah Allah semata. Kemudian sehabis hari kiamat terjadi maka Allah akan menghidupkan kembali seluruh makhluk-nya (khususnya kita sebagai manusia) di dunia yang berbeda, yaitu alam abadi untuk meminta pertanggungjawaban atas setiap amal perbuatan yang telah dilakukan oleh makhluk-makhluknya tersebut di dunia dan menawarkan jawaban maupun kasih sayangnya sesuai kehendak atau kemauan-Nya.

Berbicara soal hari kiamat, maka akan ada banyak pembahasan mengenai hal itu, salah satunya yaitu mengenai gejala kapan terjadinya hari kiamat itu, sebab apabila berbicara wacana kapan terjadinya kiamat, maka hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang mengetahuinya, hal ini sesuai dengan firman-Nya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) wacana Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan wacana Kiamat itu ada pada Rabbku; tidak ada (seorang pun) yang sanggup menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan tiba kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seperti engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan wacana (Hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui.” (Al-Qur’an surat Al-A’raaf ayat 187)

Hadits shahih wacana gejala kiamat kubro (besar)

Nah di sini Admin akan membahas mengenai gejala hari kiamat besar (kiamat kubra) menurut hadits shahih yang diriwayatkan oleh dua (2) imam besar yang mempunyai kadar shahih atau tingkat kebenaran yang tinggi. Hal itu dikarenakan kedua Imam tersebut telah melaksanakan penyaringan yang sangat ketat terhadap hadits-hadits yang beredar. Hadits yang diriwayatkan oleh salah satu dari kedua Iman itu saja sudah diakui oleh para ulama akan kebenarannya. Apalagi hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, tentu tingkat kebenarannya lebih tinggi. Sehingga para ulama setuju bahwa hadits yang diriwayatkan oleh kedua-nya itu benar-benar berasal dari perkataan Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nah, adapun pembahasanya ialah, sebagai berikut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga ada dua pihak yang besar saling berperang antara satu sama lain, di mana terjadi pertempuran yang besar di kalangan mereka sedangkan dakwaan mereka yaitu sama.”

Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga sungai furat kering dan mengeluarkan gunung (timbunan) emas yang menimbulkan insan saling membunuh. Maka sebanyak sembilan puluh sembilan dari seratus orang telah dibunuh dan setiap lelaki dari kalangan mereka itu akan mengharapkan kemenangan itu menjadi miliknya.”


Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga keluar api dari Negeri Hijaz yang menerangi tengkuk-tengkuk unta di Busyra.”

Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga perempuan-perempuan renta Bani Daus memukul gendang sambil mengelilingi (untuk menyembah) Zal-Khalasah yaitu berhala yang disembah oleh Bani Daus pada zaman Jahiliyah di Tabalah.”

Kiamat tidak akan terjadi sehingga seorang lelaki tiba ke kubur seorang lelaki lain dan berkata: ‘Kalau sanggup saya ingin berada di tempat jenazah itu (mati).'”

Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga keluarnya seorang lelaki dari kaum Qahtan yang akan memerintahkan atau memandu insan dengan tongkatnya.”

Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kau memerangi satu kaum yang diibaratkan muka-muka mereka mirip perisai bagi tentara. Hari kiamat juga tidak akan terjadi sehingga kau memerangi satu kaum yang menggunakan sepatu kulit yang dibentuk dari rambut.”

Kiamat tidak akan terjadi sehingga dibangkitkan para Dajjal pendusta yang jumlah mereka hampir tiga puluh orang. Setiap mereka mendakwa dirinya sebagai Rasul (utusan) Allah.”

Hari kiamat tidak akan terjadi sampai kaum muslimin memerangi orang Yahudi. Kaum muslimin memerangi mereka menimbulkan orang Yahudi bersembunyi di belakang kerikil dan pohon. Maka kerikil atau pohon berkata: ” Wahai kaum muslimin! Wahai hamba Allah! Ada Yahudi di belakangku. Datanglah ke sini dan bunuhlah dia.’ Kecuali pohon yang berduri, sebab pohon itu yaitu pohon kaum Yahudi.”

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu katanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kamu semua akan membunuh orang-orang Yahudi. Maka kau semua akan membunuh mereka sehingga kerikil akan berkata: ‘Wahai kaum muslimin! Di sini ada orang Yahudi, datanglah kemari dan bunuhlah dia.'”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Tiada seorang Nabi pun yang diutuskan melainkan beliau memberi peringatan (yang menakutkan) kepada umatnya wacana penipu yang buta sebelah matanya. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya dan Rabb kau tidak buta sebelah matanya dan ditulis di antara dua matanya (Dajjal) Kaf Fa dan Ra (dibaca kafir menggunakan abjad hijaiyah).”

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kami pada satu hari, dongeng yang panjang wacana Dajjal. Antara kasus yang Nabi ceritakan kepada kami ialah sabdanya: “Dajjal akan tiba sedangkan beliau tidak sanggup memasuki jalan-jalan dan lereng-lereng bukit di Madinah maka beliau berhenti di tempat tanah yang masin dan gersang (tiada tumbuh-tumbuhan) yang terletak sehabis Madinah. Maka keluar pada hari itu seorang lelaki yang paling baik atau (perawi ragu-ragu) antara insan yang baik kemudian lelaki itu berkata kepada Dajjal: “Aku bersaksi bekerjsama engkau ini yaitu Dajjal sebagaimana yang telah diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.” Dajjal pun bertanya: “Apa pendapat kau sekiranya saya mematikan yang ini kemudian saya menghidupkannya kembali?” Apakah kau ragu-ragu wacana dilema itu? Lelaki itu menjawab: “Tidak.” Maka Dajjal telah membunuhnya kemudian menghidupkannya kembali. Lalu lelaki itu berkata sehabis Dajjal menghidupkannya: “Demi Allah. Aku lebih mengetahui wacana dirimu kini ini dari apa yang saya tahu kemarin.” Abu Said menyambung lagi: Dajjal ingin membunuh lelaki itu tetapi tidak berhasil.

 

Nah, itulah artikel wacana “Tanda-tanda Hari Kiamat Berdasarkan Hadits Shahih. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu mencar ilmu untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hadits-hadits shahih wacana aneka macam fitnah di tamat zaman