Pernikahan-Pernikahan Yang DiharamkanDalam Islam

 Tentunya kita sebagai seorang muslim melaksanakan ijab kabul tujuan utamanya yakni untuk Pernikahan-pernikahan Yang Dilarang Dalam Islam

 – Tentunya kita sebagai seorang muslim melaksanakan ijab kabul tujuan utamanya yakni untuk mencari keridoan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memenuhi tuntutan fitrah atau bawaan alami yang merupakan sesuatu yang menempel dalam diri manusia. Oleh lantaran itu, kita tentu saja tidak mau melaksanakan ijab kabul yang sanggup mengakibatkan kita mendapat marah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada prinsipnya, suatu ijab kabul akan mendapat marah Allah lantaran syarat dan rukunnya tidak dipenuhi secara benar. Sehingga pernikahan haruslah dilakukan sesuai dengan ketentuan syari’at yang telah digariskan dalam Al-Qur’an yang merupakan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diwahyukan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan juga menurut hadits yang merupakan apa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, dan segala ketetapan yang terkait dengannya.

Pernikahan disyari’atkan oleh Allah Ta’ala untuk menuntun insan menuju kehidupan senang di dunia dan akhirat. Pernikahan yang dilaksanakan tanpa tuntunan syari’at Allah hanya berjalan mengikuti bisikan nafsu. Pernikahan semacam itu niscaya tidak akan membawa kebaikan bagi pelakunya dan bagi orang-orang sekitar ataupun bagi masyarakat.


Pernikahan antara orang yang masih sedarah atau dengan ibu tiri atau dengan perempuan yang masih menjadi istri orang misalnya, niscaya akan menjadikan kekacauan, baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan masyarakat. Pernikahan tersebut harus dibatalkan dan pelakunya dikenai eksekusi zina. Bila ia berstatus sebagai suami atau istri atau sebelumnya pernah menikah, maka hukumannya rajam (ditanam sebatas dada, kemudian kepalanya dilempari dengan kerikil hingga mati). Bila belum pernah menikah, maka hukumannya didera atau dicambuk 100 kali, sehabis itu diasingkan selama 1 tahun.

Apabila di dunia ini eksekusi tersebut tidak dilaksanakan, maka pelakunya kelak akan mendapat siksa neraka di alam abadi alasannya sudah melaksanakan perbuatan zina dan mempermainkan syari’at Allah Ta’ala. Bagi orang yang sudah terlanjur melaksanakan pelanggaran tersebut penyelesaiannya yakni sebagai berikut.

  • Dijatuhi eksekusi sesuai dengan syari’at Islam (hukum dan aturan di dalam Islam yang mengatur segala sendi kehidupan umat muslim) kalau aturan Islam berjalan. 
  • Bila aturan Islam tidak berjalan, maka ia wajib bertaubat dan meninggalkan perbuatannya tersebut. Dengan demikian, ijab kabul mereka wajib diputuskan lantaran tidak sah.

Macam-macam jenis ijab kabul yang dihentikan dalam Islam (dimurkai Allah)


Nah untuk itulah kita perlu tahu mana ijab kabul yang diridoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mana yang dimurkai / dihentikan oleh-Nya. Berikut yakni bentuk-bentuk ijab kabul yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus kita ketahui lalu dihindari.

  • Pernikahan dengan orang kafir.
  • Pernikahan dengan orang musyrik.
  • Pernikahan sesama jenis (laki-laki dengan pria atau perempuan dengan perempuan).
  • Pernikahan muslimah (wanita muslim) dengan hebat kitab.
  • Pernikahan dengan pelacur (orang yang melaksanakan pekerjaan zina/hal jelek lainnya yang merupakan pekerjaan dosa).
  • Pernikahan dengan perempuan hamil.
  • Pernikahan dalam masa ‘iddah (baru cerai atau ditinggal mati).
  • Pernikahan dengan perempuan yang disuruh cerai dari suaminya.
  • Pernikahan dengan mantan istri  yang telah ditalak sebanyak tiga kali.
  • Nikah tahlil (wanita yang sudah ditalak tiga oleh suaminya yang pertama, kemudian sehabis berakhirnya masa ‘iddah dinikahi kemudian diceraikan kembali untuk diberikan/dinikahi kembali kepada suami pertamanya).
  • Poliandri (seorang perempuan yang menikahi lebih dari satu orang laki-laki).
  • Poligami lebih dari empat perempuan bagi laki-laki.
  • Nikah ketika ihram (melakukan ibadah haji atau umrah).
  • Pernikahan atau rujuk tanpa saksi.
  • Pernikahan tanpa mahar.
  • Nikah syighar (seorang pria menikahkan anak wanitanya dengan seorang pria lain dengan syarat ia juga dinikahkan dengan anak perempuan pria yang akan menikahi anaknya dan tiada mahar diantaranya).
  • Nikah mut’ah (pernikahan dalam masa tempo tertentu atau nikah kontrak atau lebih dikenal lagi dengan istilah kawin kontrak).
  • Memadu dua perempuan bersaudara.
  • Pernikahan dengan ibu tiri atau anak tiri.
  • Pernikahan dengan mertua atau menantu.
  • Pernikahan sedarah atau sesusuan.

Pesan

Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita selalu mencar ilmu untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya, lantaran apa yang disyaria’atkan-Nya yakni semata-mata untuk kebaikan hamba-Nya.

Nah, itulah artikel wacana “Pernikahan-pernikahan Yang Dilarang Dalam Islam“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di hidangan yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa efek yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu mencar ilmu untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Pernikahan yang dimurkai oleh Allah Ta’ala